Selasa, 12 Desember 2017

Artikel

AKU DAN PENGALAMNKU MENJADI GURU

Dalam proses kehidupan manusia, dibutuhkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan atau ilmu pengetahuan yang telah ditempuh. “Pembelajaran merupakan bagian dari pendidikan dan spesifik, proses dimana lingkungan seseorang dengan sengaja dikelola (managed) agar ia dapat belajar atau melibatkan diri dalam perilaku yang spesifik dengan kondisi tertentu ataupun agar ia dapat memberikan respons terhadap situasi yang spesifik” (Dwiyogo, 2010:3). Sedangkan menurut Setyosari (2001:14), menyatakan bahwa “pembelajaran adalah penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang memudahkan si belajar untuk mencapai tujuan khusus belajar yang diharapkan. ” Penyajian informasi tersebut disajikan oleh guru secara langsung.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 159) “pembelajaran juga berarti meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan keterampilan siswa. Kemampuan - kemampuan tersebut diperkembangkan bersama dengan pemerolehan pengalaman - pengalaman belajar sesuatu.” Berdasarkan berbagai pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yaitu bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk memfasilitasi belajar orang dalam meningkatkan kemampuan afektif, kognitif, dan keterampilan.
Di dalam pembelajaran terdapat beberapa tujuan yang harus dicapai. Menurut Dwiyogo (2010:205) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah “untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan dengan cara memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan”. Pembelajaran yang akan dilaksanakan harus dirancang dengan baik dan tidak boleh sembarangan. Menurut Setyosari (2001:10), bahwa tujuan pembelajaran yang dirancang adalah “ingin membantu setiap orang (si belajar) mengembangkan diri secara optimal mungkin, menurut perkembangan individualnya masing-masing.”
Perancangan pembelajaran juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut Dwiyogo (2010:205) usaha meningkatkan kualitas pembelajaran dilakukan oleh perancang pembelajaran dengan pijakan asumsi tentang hakekat rancangan pembelajaran yaitu: 1) Perbaikan kualitas pembelajaran diawali dengan rancangan pembelajaran; 2) pembelajaran dirancang dengan menggunakan pendekatan sistem; 3) rancangan pembelajaran didasarkan pada pengetahuan tentang bagaimana seseorang belajar; 4) rancangan pembelajaran diacukan kepada belajar secara perseorangan; 5) hasil pembelajaran mencakup hasil langsung dan hasil pengiring; 6) sasaran akhir rancangan pembelajaran adalah memudahkan belajar; 7) rancangan pembelajaran mencakup semua variabel yang mempengaruhi belajar.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan pembelajaran adalah untuk mengembangkan diri secara optimal mungkin dengan cara memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui metode dan rancangan pembelajaran yang optimal sehingga dapat mencapai hasil yang diinginkan.
Dalam proses pembelajaran tentunya akan ada saja hambatan yang terjadi, hambatan tersebut bisa saja ditimbulkan oleh siswa, guru itu sendiri, atau bisa juga karena masalah waktu. Misalnya, ada satu pembelajaran yang tidak bisa dilaksanakan karena hari itubertepatan dengan hari libur nasional. Untuk dapat melakukan pembelajaran yang menyenangkan makan guru harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan benar dan sesuai dengan kebutuhan siswa agar siswa tidak merasa bosan, dan juga saat proses pembelajaran sedang berlangsung guru harus mampu mengendalikan kelas agar pembelajaran tetap kondusif dan berjalan dengan baik.
Membahas mengenai pembelajaran, saya juga mempunyai pengalaman bagaimana rasanya melaksanakan pembelajaran dan itu juga menjadi pengalaman pertama saya. Saya diberi tugas untuk simulasi mengajar di SD dan lokasi yang saya pilih yaitu di SDN Simpang 3 kota Cilegon. Saya melakukan simulasi mengajar di sana selama satu bulan dan melakukan 4 kali pertemuan. Hal pertama yang pikirkan pada saat itu (sebelum pembelajaran dimulai) ialah saya pasti bisa, materi di sekolah dasar tidak sesulit materi yang ada di SMP, SMA, bahkan kuliah. Namun, di hari pertama saya melakukan simulasi mengajar yaitu pada tanggal 25 Oktober 2017 di SDN Simpang 3 kelas 3, seketika pemikiran saya berubah dan menyadari bahwa mengajar siswa sekolah dasar tidak semudah yang dibayangkan.
Hari pertama mengajar saya merasa senang karena para guru di sekolah tersebut menyambut saya dengan senang hati dan mempercayakan pembelajaran di kelas 3 kepada saya. Selanjutnya, ketika saya masuk ke kelas saya pun disambut dengan gembira oleh siswa dan mereka terlihat bersemangat untuk memulai pembelajaran. Saya pun segera memulai pembelajaran dengan meminta ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum belajar. Setelah berdo’a selanjutnya saya menjelaskan materi yang akan dipelajari dan menanyakan kepada siswa tentang materi tersebut.
Di awal – awal pembelajaran suasana kelas terasa menyenangkan karena siswa dapat mendengarkan dengan baik apa yang saya katakan, siswa pun memulai pembelajaran diawali dengan membaca teks yang ada di dalam buku siswa. Setalah itu siswa melanjutkan pembelajaran dengan mengerjakan soal dalam buku secara berkelompok. Mulai dari sinilah saya mengalami kesulitan karena ada siswa yang tidak ikut dalam mengerjakan soal bersama kelompoknya dan malah berlari – larian di dalam kelas, bahkan sampai ada yang keluar kelas karena main kejar – kejaran dengan temannya. Akhirnya saya menanganinya satu persatu kepada siswa yang ribut tadi sembari mengawasi pengerjaan soal di masing – masing kelompok. Tidak berhenti sampai di situ, setelah selesai mengerjakan soal dan mengemukakan jawaban, saya kembali melanjutkan pembelajaran dengan menjelaskan materi selanjutnya. Di sini siswa mulai terlihat malas, tidak seperti pada awal pembelajaran. sayapun terpikirkan dengan mengajak siswa untuk melakukan senam semangat dengan musik yang telah saya siapkan. Siswa terlihat bersemangat kembali meskipun senam semangat belum dilakukan. Setelah melakukan senam semangat, pembelajaran kembali berjalan dengan baik sampai pembelajaran selesai. Dalam pembelajaran ini, saya merasa sangat gugup, panas dingin, bahkan sesekali perut saya terasa mulas. Mungkin itu disebabkan karena saya terlalu menganggap mudah dan tidak mempersiapkan pembelajaran dengan benar. Dari situlah pemikiran saya berubah.
Selanjutnya hari kedua mengajar yang dilaksanakan pada hari rabu tanggal 01 November 2017, saya pun masuk ke kelas dan saya dibuat kaget dengan respon siswa yang begitu senang, ada salah satu siswa yang berkata “yey kakak ngajar lagi” dan itu membuatnya saya merasa sangat senang walaupun saya tidak tahu apa alasan siswa itu senang saya datang. Pada pembelajaran hari ini saya sudah mulai mengenal beberapa nama siswa dan karakter siswa masing – masing, hal ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pembelajaran. pembelajaran berlangsung dengan baik sampai akhirnya setelah sampai pada pertengahan pembelajaran lagi – lagi ada siswa yang ribut dan malah asik ngobrol dengan teman sebangkunya, ditambah lagi ada beberapa siswa yang malah mengajak bermain dengan saya dan menunda pembelajaran. Saya pun berpikir untuk mengikuti apa mau siswa dan saya melakukan games yang melibatkan semua siswa, beruntungnya siswa menikmati game tersebut dan setelah itu siswa mau mendengarkan saya, lalu saya memulai pembelajaran kembali. Saat pembelajaran kembali berjalan pun ternyata masih ada siswa yang asik ngobrol namun dapat diatasi dan tidak sesulit seperti di awal.
Pada hari-hari berikutnya saya sangat mulai bisa memahami bagaimana menyenangkannya menjadi seorang guru, atau lebih tepatnya menjadi seorang kakak untuk mereka, karena mereka sangat senang jika diajar oleh orang baru termasuk saya. Pengalaman menjadi guru dalam waktu yang singkat adalah pengalaman yang tak pernah dilupakan. Saat hari pertama mengajar hal yang dilakukan adalah penyesuaian dengan anak-anak, hal ini dikarenakan siswa bermain dikelas. Kebetulan saya mengajar di kelas 3 dan masih termasuk kelas rendah, awalnya anak-anak sangat baik dan  kondusif saat mengajar hal ini karena mereka membiasakan dengan kehadiran saya sebagai guru pengganti di kelas. Namun beberapa pertemuan berikutnya diluar dugaan ternyata siswa menjadi lebih aktif dari biasanya, banyak sekali yang sering menangis karena masalah bola dan lain hal. Anak bermain di dalam kelas, pada awalnya saya merasa kesal namun wajar saja anak-anak tersebut aktif karena pada seusia mereka masih dalam tahap operasional konkrit.
Adapun banyak pengalaman yang saya dapatkan setelah proses mengajar ini, saya menjadi mengerti betapa susahnya seorang guru mendidik muridnya.Disamping harus memiliki kesabaran, pengetahuannya pun harus menghuni. Maka dengan jelas bukanlah hal mudah menjadi seorang guru. Hal ini sudah saya rasakan ketika mengajar di SD Simpang 3 dengan berbagai macam karakteristik siswa yang berbeda-beda, ada yang ramah ada pula anak yang aktif dan pasif dikelas. Semua itu membuat kelas menjadi berwarna.  Hal yang bisa saya dapatkan saat mengajar disana adalah pengalaman yang sangat berharga, baik dari segi bagaimana mengkondisikan kelas sampai memberikan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar