AKU
DAN PENGALAMNKU MENJADI GURU
Dalam proses kehidupan manusia, dibutuhkan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai pendidikan atau ilmu pengetahuan yang telah
ditempuh. “Pembelajaran merupakan bagian dari pendidikan dan spesifik, proses
dimana lingkungan seseorang dengan sengaja dikelola (managed) agar ia
dapat belajar atau melibatkan diri dalam perilaku yang spesifik dengan kondisi
tertentu ataupun agar ia dapat memberikan respons terhadap situasi yang
spesifik” (Dwiyogo, 2010:3). Sedangkan menurut Setyosari (2001:14), menyatakan
bahwa “pembelajaran adalah penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang
memudahkan si belajar untuk mencapai tujuan khusus belajar yang diharapkan. ”
Penyajian informasi tersebut disajikan oleh guru secara langsung.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 159) “pembelajaran
juga berarti meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan keterampilan
siswa. Kemampuan - kemampuan tersebut diperkembangkan bersama dengan pemerolehan
pengalaman - pengalaman belajar sesuatu.” Berdasarkan berbagai pendapat para
ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yaitu bagian dari
pendidikan yang bertujuan untuk memfasilitasi belajar orang dalam meningkatkan kemampuan
afektif, kognitif, dan keterampilan.
Di dalam pembelajaran terdapat beberapa tujuan yang
harus dicapai. Menurut Dwiyogo (2010:205) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran
adalah “untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan
kualitas pembelajaran dilakukan dengan cara memilih, menetapkan, dan mengembangkan
metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan”.
Pembelajaran yang akan dilaksanakan harus dirancang dengan baik dan tidak boleh
sembarangan. Menurut Setyosari (2001:10), bahwa tujuan pembelajaran yang dirancang
adalah “ingin membantu setiap orang (si belajar) mengembangkan diri secara optimal
mungkin, menurut perkembangan individualnya masing-masing.”
Perancangan pembelajaran juga bertujuan untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran. Menurut Dwiyogo (2010:205) usaha meningkatkan kualitas
pembelajaran dilakukan oleh perancang pembelajaran dengan pijakan asumsi
tentang hakekat rancangan pembelajaran yaitu: 1) Perbaikan kualitas
pembelajaran diawali dengan rancangan pembelajaran; 2) pembelajaran dirancang
dengan menggunakan pendekatan sistem; 3) rancangan pembelajaran didasarkan pada
pengetahuan tentang bagaimana seseorang belajar; 4) rancangan pembelajaran
diacukan kepada belajar secara perseorangan; 5) hasil pembelajaran mencakup
hasil langsung dan hasil pengiring; 6) sasaran akhir rancangan pembelajaran
adalah memudahkan belajar; 7) rancangan pembelajaran mencakup semua variabel
yang mempengaruhi belajar.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diambil
kesimpulan bahwa tujuan pembelajaran adalah untuk mengembangkan diri secara
optimal mungkin dengan cara memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui
metode dan rancangan pembelajaran yang optimal sehingga dapat mencapai hasil
yang diinginkan.
Dalam proses pembelajaran tentunya akan ada saja
hambatan yang terjadi, hambatan tersebut bisa saja ditimbulkan oleh siswa, guru
itu sendiri, atau bisa juga karena masalah waktu. Misalnya, ada satu
pembelajaran yang tidak bisa dilaksanakan karena hari itubertepatan dengan hari
libur nasional. Untuk dapat melakukan pembelajaran yang menyenangkan makan guru
harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan benar dan sesuai dengan
kebutuhan siswa agar siswa tidak merasa bosan, dan juga saat proses
pembelajaran sedang berlangsung guru harus mampu mengendalikan kelas agar
pembelajaran tetap kondusif dan berjalan dengan baik.
Membahas mengenai pembelajaran, saya juga mempunyai
pengalaman bagaimana rasanya melaksanakan pembelajaran dan itu juga menjadi
pengalaman pertama saya. Saya diberi tugas untuk simulasi mengajar di SD dan
lokasi yang saya pilih yaitu di SDN Simpang 3 kota Cilegon. Saya melakukan
simulasi mengajar di sana selama satu bulan dan melakukan 4 kali pertemuan. Hal
pertama yang pikirkan pada saat itu (sebelum pembelajaran dimulai) ialah saya
pasti bisa, materi di sekolah dasar tidak sesulit materi yang ada di SMP, SMA,
bahkan kuliah. Namun, di hari pertama saya melakukan simulasi mengajar yaitu
pada tanggal 25 Oktober 2017 di SDN Simpang 3 kelas 3, seketika pemikiran saya
berubah dan menyadari bahwa mengajar siswa sekolah dasar tidak semudah yang
dibayangkan.
Hari pertama mengajar saya merasa senang karena para
guru di sekolah tersebut menyambut saya dengan senang hati dan mempercayakan
pembelajaran di kelas 3 kepada saya. Selanjutnya, ketika saya masuk ke kelas
saya pun disambut dengan gembira oleh siswa dan mereka terlihat bersemangat
untuk memulai pembelajaran. Saya pun segera memulai pembelajaran dengan meminta
ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum belajar. Setelah berdo’a selanjutnya
saya menjelaskan materi yang akan dipelajari dan menanyakan kepada siswa
tentang materi tersebut.
Di awal – awal pembelajaran suasana kelas terasa
menyenangkan karena siswa dapat mendengarkan dengan baik apa yang saya katakan,
siswa pun memulai pembelajaran diawali dengan membaca teks yang ada di dalam
buku siswa. Setalah itu siswa melanjutkan pembelajaran dengan mengerjakan soal
dalam buku secara berkelompok. Mulai dari sinilah saya mengalami kesulitan
karena ada siswa yang tidak ikut dalam mengerjakan soal bersama kelompoknya dan
malah berlari – larian di dalam kelas, bahkan sampai ada yang keluar kelas
karena main kejar – kejaran dengan temannya. Akhirnya saya menanganinya satu
persatu kepada siswa yang ribut tadi sembari mengawasi pengerjaan soal di
masing – masing kelompok. Tidak berhenti sampai di situ, setelah selesai
mengerjakan soal dan mengemukakan jawaban, saya kembali melanjutkan
pembelajaran dengan menjelaskan materi selanjutnya. Di sini siswa mulai
terlihat malas, tidak seperti pada awal pembelajaran. sayapun terpikirkan
dengan mengajak siswa untuk melakukan senam semangat dengan musik yang telah
saya siapkan. Siswa terlihat bersemangat kembali meskipun senam semangat belum
dilakukan. Setelah melakukan senam semangat, pembelajaran kembali berjalan
dengan baik sampai pembelajaran selesai. Dalam pembelajaran ini, saya merasa
sangat gugup, panas dingin, bahkan sesekali perut saya terasa mulas. Mungkin
itu disebabkan karena saya terlalu menganggap mudah dan tidak mempersiapkan
pembelajaran dengan benar. Dari situlah pemikiran saya berubah.
Selanjutnya hari kedua mengajar yang dilaksanakan pada
hari rabu tanggal 01 November 2017, saya pun masuk ke kelas dan saya dibuat
kaget dengan respon siswa yang begitu senang, ada salah satu siswa yang berkata
“yey kakak ngajar lagi” dan itu membuatnya saya merasa sangat senang walaupun
saya tidak tahu apa alasan siswa itu senang saya datang. Pada pembelajaran hari
ini saya sudah mulai mengenal beberapa nama siswa dan karakter siswa masing –
masing, hal ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pembelajaran.
pembelajaran berlangsung dengan baik sampai akhirnya setelah sampai pada
pertengahan pembelajaran lagi – lagi ada siswa yang ribut dan malah asik
ngobrol dengan teman sebangkunya, ditambah lagi ada beberapa siswa yang malah
mengajak bermain dengan saya dan menunda pembelajaran. Saya pun berpikir untuk
mengikuti apa mau siswa dan saya melakukan games yang melibatkan semua siswa,
beruntungnya siswa menikmati game tersebut dan setelah itu siswa mau
mendengarkan saya, lalu saya memulai pembelajaran kembali. Saat pembelajaran
kembali berjalan pun ternyata masih ada siswa yang asik ngobrol namun dapat
diatasi dan tidak sesulit seperti di awal.
Pada hari-hari berikutnya saya sangat
mulai bisa memahami bagaimana menyenangkannya menjadi seorang guru, atau lebih
tepatnya menjadi seorang kakak untuk mereka, karena mereka sangat senang jika
diajar oleh orang baru termasuk saya. Pengalaman
menjadi guru dalam waktu yang singkat adalah pengalaman yang tak pernah
dilupakan. Saat hari pertama mengajar hal yang dilakukan adalah penyesuaian
dengan anak-anak, hal ini dikarenakan siswa bermain dikelas. Kebetulan saya
mengajar di kelas 3 dan masih termasuk kelas rendah, awalnya anak-anak sangat
baik dan kondusif saat mengajar hal ini
karena mereka membiasakan dengan kehadiran saya sebagai guru pengganti di
kelas. Namun beberapa pertemuan berikutnya diluar dugaan ternyata siswa menjadi
lebih aktif dari biasanya, banyak sekali yang sering menangis karena masalah
bola dan lain hal. Anak bermain di dalam kelas, pada awalnya saya merasa kesal
namun wajar saja anak-anak tersebut aktif karena pada seusia mereka masih dalam
tahap operasional konkrit.
Adapun banyak pengalaman
yang saya dapatkan setelah proses mengajar ini, saya menjadi mengerti betapa
susahnya seorang guru mendidik muridnya.Disamping harus memiliki kesabaran,
pengetahuannya pun harus menghuni. Maka dengan jelas bukanlah hal mudah menjadi
seorang guru. Hal ini sudah saya rasakan ketika mengajar di SD Simpang 3 dengan
berbagai macam karakteristik siswa yang berbeda-beda, ada yang ramah ada pula
anak yang aktif dan pasif dikelas. Semua itu membuat kelas menjadi berwarna. Hal yang bisa saya dapatkan saat mengajar
disana adalah pengalaman yang sangat berharga, baik dari segi bagaimana
mengkondisikan kelas sampai memberikan pembelajaran yang menyenangkan untuk
siswa.
