Sabtu, 31 Desember 2016

Politik dan Politisasi

Politisasi adalah upaya untuk menjadikan suatu hal sebagai pertarungan kepentingan tidak sehat yang merugikan banyak orang lainnya. Ini jelas berbeda dengan inti utama dari politik, yakni segala sesuatu yang terkait dengan banyak orang, sekaligus upaya untuk mewujudkan berbagai kemungkinan melalui kerja sama.
Politisasi ini terjadi setidaknya di tiga bidang. Yang pertama adalah bidang politik, terutama politik praktis. Politisasi membuat semua proses politik, seperti pembuatan kebijakan dan pemilihan kepala daerah, menjadi kotor dan menjijikan. Orang tidak lagi fokus pada hal-hal yang penting di dalam politik, seperti kredibilitas dan keterwakilan kepentingan rakyat banyak, melainkan pada manuver-manuver busuk yang membuat rakyat muak.
Fitnah dan kebohongan lalu menjadi bagian utama politik. Rakyat luas lalu merasa tak berdaya, dan tinggal menunggu waktu, sampai konflik berdarah terjadi, karena penderitaan yang tak lagi tertahankan.
Yang kedua adalah bidang ekonomi. Politisasi di bidang ekonomi berarti pemelintiran segala kebijakan ekonomi demi kepentingan segelintir pihak tertentu yang kaya dan berkuasa dengan mengorbankan kepentingan rakyat yang lebih luas.
Ekonomi neoliberalisme yang amat menekankan pasar bebas adalah produk nyata dari politisasi ekonomi semacam ini. Di dalam model ini, yang kuat dan kaya akan semakin beruntung, sementara yang sejak awal kekurangan sumber daya akan semakin terjerumus di dalam kemiskinan ekonomi.
Dua hal ini pun berpengaruh langsung bidang ketiga, yakni pendidikan. Politisasi pendidikan mengaburkan inti utama pendidikan yang luhur dan mulia, serta mengubahnya menjadi sistem pencetak robot-robot yang patuh buta terhadap tradisi, agama dan trend ekonomi sesaat.
Pendidikan pun kehilangan jiwanya. Yang tersisa adalah pabrik-pabrik manusia yang menciptakan kecemasan dan penderitaan bagi orang-orang yang bekerja di dalamnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar