Pemahaman akan perspektif melibatkan tiga hal. Pertama, orang memahami hukum sebab akibat yang
bekerja di dalam kenyataan. Kehidupan di alam semesta ini bukanlah sesuatu yang
acak dan tanpa arah. Sebaliknya, alam semesta ini mengikuti hukum-hukum sebab
akibat yang jelas dan pasti.
Ilmu pengetahuan modern telah berhasil mengungkap hal ini, sehingga ia
bisa melahirkan banyak teknologi yang berguna untuk kehidupan manusia. Di dalam
metode penelitian ilmiah, hubungan sebab akibat dikenal juga sebagai hukum
aksi-reaksi, dan hukum stimulus-respons. Intinya, setiap tindakan pasti
memiliki akibat. Inilah hukum pertama kehidupan yang perlu dipahami dan
dihayati, jika orang menghendaki hidup yang damai.
Ia berlaku di berbagai bidang kehidupan, mulai dari kehidupan pribadi,
hubungan antar manusia, tata ekonomi, tata politik sampai dengan gerak
bintang-bintang di angkasa luas sana. Dengan kata lain, ia bersifat universal.
Dua,
orang juga perlu memahami keterkaitan segala sesuatu di alam semesta ini.
Segalanya mempengaruhi segalanya. Perubahan di satu tempat akan secara langsung
membawa dampak pada tempat-tempat lainnya. Jika didalami, orang akan sampai
pada satu kesadaran, bahwa semuanya adalah satu.
Tiga, orang juga memahami, bahwa segalanya
berubah. Ini sesuai dengan ajaran kuno dari Herakleitos, pemikir Yunani, bahwa
segalanya mengalir; orang tidak mungkin menginjakkan kaki di sungai yang sama. Jika
orang sadar, bahwa segala sesuatu berubah, maka ia tidak akan menggenggam
apapun dengan erat di dalam hidup ini. Ia akan belajar bersyukur, ketika
sesuatu itu ada, dan bersikap rela, ketika sesuatu itu pergi.
Tiga hal ini adalah hukum-hukum kehidupan yang mendasar. Untuk sampai
pada kebijaksanaan dan kebahagiaan, orang perlu untuk tidak hanya memahaminya,
tetapi juga menghayati serta menjalankannya di dalam hidup sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar