Kamis, 22 Desember 2016

Aksiologi

Aksiologi adalah bagian filsafat yang mempersoalkan penilaian, masalah menilai. Tampaknya gagasan mengenai aksiologi dipelopori oleh Lotze,  kemudian Brentano, Husserl, Scheller, Nicolai Hatmann, dan beberapa yang lain, yang terutama berhubungan dengan masalah atau teori umum formam mengenai nilai. Namun Socrates, juga filosof Yunani Kuno lainnya pernah membicarakannya, sehingga lebih baik kita bedakan antara aksiologi klasik dan aksiologi modern. Scheller mengontraskan aksiologi dengan praeksologi, yaitu pengertian umum mengenai hakikat tindakan. Secara khusus berkaitan dengan deontologi, ialah teori moralitas mengenai tindaka yang benar atau seyogyanya benar.
Saat ini terdapat dua bidang yang paling populer tentang penilaian, yaitu yang bersangkutan dengan tingkah laku dan keadaan atau tampilan fisik. Oleh karena itu, kita mengenal aksiologi dalam dua jenis, yaitu etika dan estetika.
a.     Etika berkaitan dengan istilah dalam bahasa Yunani, ethos, berarti kebiasaan, habit, custom. Etika adalah bagian filsafat yang mempersoalkan penilaian atas perbuatan manusia dari sudut baik dan penilaian baik da jahat. Tentulah mudah untuk menangkap arti baik, tetapi mengapa arti yang sebaliknya disebut jahat, bukan buruk atau tidak baik saja? Adapun alasannya adalah bahwa yang dimaksud dengan jahat disini adalah perbuatan-perbuatan yang akan merendahkan atau merusak kualitas kehidupan orang lain.
b.    Estetika merupakan bagian filsafat yang mempersoalkan penilaian dari sudut indah atau jelek. Secara umum dapat disebut sebagai telaah filsafati mengenai apa yang membuat rasa senang secara visudal, auditif, atau imajinatif; kadang-kadang disebut juga telaah mengenai keindahan, atau teori tentang cita rasa, dan kritik dalam kesenian kreatif dan pementasan. Tokoh paling terkenal dalam bidang ini ialah Alexander Baumgarden (1714-1762) yang pertama-tama secara spesifik mengemukakan istilah tersebut dalam disertasinya pada tahun 1735.

Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar