Konsep sangat
penting bagi pembentukan atau untuk membangun suatu teori bagi kepentingan
suatu penelitian yang menghasilkan ilmu atau kepentingan praktis. Membangun
suatu teori sangat dibutuhkan dukungan konsep yang banyak. Konsep ini ada juga
yang memahami identik dengan konstruk, definisi, dan proposisi. Konsep
merupakan ide umum yang mewakili suatu pemahaman yang dipersiapkan oleh
seseorang atas dasar penalaran dan logika yang kemudian membentuk suatu makna
secara induktif atau deduktif. Konsep yang dibangun inilah yang sangat berperan
dalam menentukan bangunan teori suatu penelitian ilmiah.
Konsep ilmu
sebagaimana dipahami Solly Lubis (2012), yaitu bagan, rencana, atau pengertian,
baik yang bersifat abstrak maupun operasional yang merupakan alat penting untuk
kepentingan pemikiran dalam ilmu atau pengetahuan ilmiah. Setiap ilmu harus
memiliki satu atau beberapa konsep kunci atau konsep tambahan yang bertalian.
Beberapa contoh konsep ilmiag seperti konsep bilangan di dalam matematika,
konsep gaya di dalam fisika, konsep evolusi dalam biologi, stimulus di dalam
psikologi, kekuasaan dalam politik atau strata sosial di dalam ilmu sosial,
simbol di dalam linguistik, keadilan di dalam ilmu hukum, keselamatan dalam
ilmu teologi, atau lingkungan di dalam ilmu-ilmu interdisipliner.
Konsep ilmu atau
konsep ilmiah tersebut sangat dibutuhkan agar suatu ilmu dapat menyusun
berbagai asas, teori, sampai dalil. Suatu konsep ilmiah dapat merupakan semacam
sarana untuk keilmuan melakukan pemikiran dalam mengembangkan pengetahuan
ilmiah. Jelasnya, konsep ilmu agar dapat berguna secara ilmiah maka ia harus
memiliki dua sifat dasar, yaitu sifat operasional untuk kepentingan pengamatan
(observasi), dan sifat abstrak untuk kepentingan penyimpulan dan generalisasi.
Konsep ilmu sebagai
sasaran ilmu tidak boleh dikacaukan, seolah-olah sama atau menyerupai inti atau
pokok soal pengetahuan. Alasan-alasannya, pokok soal pengetahuan ini belum
dapat mengembangkan suatu ilmu taraf yang tinggi seperti konsep ilmu yang
dimaksud. Ilmu yang telah cukup berkembang harus memiliki satu atau beberapa
konsep kunci, juga beberapa konsep tambahan yang bertalian dengannya, ilmu
merupakan akhir atau wujud dari suatu perjalanan empiris ilmiah.
Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar