Proses-proses
kejiwaan terdiri atas proses konatif dan
proses kognitif. Proses-proses konatif meliputi proses yang bersumber pada
perasaan, kehendak, dan dorongan hati – semuanya ini merupakan proses-proses,
yang untuk mudahnya dikatakan dapat menggerakkan seseorang. Para ilmuwan
umumnya mengatakan bahwa proses-proses tersebut saling berhubungan dan
sederajat dengan proses-proses kimiawi dalam tubuh manusia. Di samping itu,
terdapat pula proses-proses kognitif seperti berpikir, mengingat, melakukan
penalaran, serta melakukan pencerapan. Proses-proses ini bersangkutan dengan
cara memperoleh pengetahuan dan juga berhubungan dengan proses-proses
fisiko-kimiawi.
Meskipun kita dapat
membedakan antara kegiatan konatif dengan kegiatan kognitif, namun umumnya
dikatakan bahwa di antara kedua macam kegiatan terdapat keadaan saling
hubungan. Umpamanya, pengaruh emosi terhadap masalah pengetahuan jelas tampak
pada kesaksian-kesaksian yang diberikan oleh para saksi. Seorang hakim yang
secara pribadi terlihat dalam suatu perkara yang harus diputuskannya tidak
layak untuk bertindak sebagai hakim. Sebaliknya juga dapat terjadi bahwa
pengetahuan dapat mempengaruhi perasaan. Misalnya, seseorang yang mempunyai
pengetahuan bahwa kemarahan dapat mengganggu proses pencernaan makanan tidak
akan membiarkan dirinya menjadi marah. Seseorang yang mengetahui bahwa seorang
prajurit yang tidak menjadi beringas akan bertempur dengan lebih mahir, dapat
menjadikan ia sendiri akan berusaha keras untuk tetap tenang dalam suatu
pertempuran.
Sumber
: *Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Tiara Wacana Yogya:Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar