Sabtu, 31 Desember 2016

Proses Konatif dan Kognitif

Proses-proses kejiwaan terdiri atas  proses konatif dan proses kognitif. Proses-proses konatif meliputi proses yang bersumber pada perasaan, kehendak, dan dorongan hati – semuanya ini merupakan proses-proses, yang untuk mudahnya dikatakan dapat menggerakkan seseorang. Para ilmuwan umumnya mengatakan bahwa proses-proses tersebut saling berhubungan dan sederajat dengan proses-proses kimiawi dalam tubuh manusia. Di samping itu, terdapat pula proses-proses kognitif seperti berpikir, mengingat, melakukan penalaran, serta melakukan pencerapan. Proses-proses ini bersangkutan dengan cara memperoleh pengetahuan dan juga berhubungan dengan proses-proses fisiko-kimiawi.
Meskipun kita dapat membedakan antara kegiatan konatif dengan kegiatan kognitif, namun umumnya dikatakan bahwa di antara kedua macam kegiatan terdapat keadaan saling hubungan. Umpamanya, pengaruh emosi terhadap masalah pengetahuan jelas tampak pada kesaksian-kesaksian yang diberikan oleh para saksi. Seorang hakim yang secara pribadi terlihat dalam suatu perkara yang harus diputuskannya tidak layak untuk bertindak sebagai hakim. Sebaliknya juga dapat terjadi bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi perasaan. Misalnya, seseorang yang mempunyai pengetahuan bahwa kemarahan dapat mengganggu proses pencernaan makanan tidak akan membiarkan dirinya menjadi marah. Seseorang yang mengetahui bahwa seorang prajurit yang tidak menjadi beringas akan bertempur dengan lebih mahir, dapat menjadikan ia sendiri akan berusaha keras untuk tetap tenang dalam suatu pertempuran.


Sumber : *Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Tiara Wacana Yogya:Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar