Ilmu sebagai
pengetahuan ilmiah berbeda dengan pengetahuan biasa, memiliki ciri tersendiri
di antara ciri yang dimiliki oleh ilmu pengetahuan seperti dikemukakan Konrad
Kebug (2011), yaitu: Pertama,
sistematis. Para filsuf dan ilmuan sepaham bahwa ilmu adalah pengetahuan atau
kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Ciri sistematis ilmu
menunjukkan bahwa ilmu merupakan berbagai keterangan dan data yang tersusun
sebagai kumpulan pengetahuan tersebut mempunyai hubungan saling ketergantungan
yang teratur (pertalian tertib). Pertalian tertib dimaksud disebabkan adanya
suatu asas tata tertib tertentu di antara bagian-bagian yang merupakan pokok
soalnya.
Kedua, empiris. Bahwa ilmu mengandung pengetahuan yang diperoleh berdasarkan
pengamatan serta percobaan secara terstruktur di dalam bentuk pengalaman, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Ilmu mengamati, menganalisis, menalar,
membuktikan, dan menyimpulkan hal-hal empiris yang bersifat faktawi (faktual),
baik berupa gejala maupun kebatinan, gejala alam, gejala kejiwaan, gejala
kemasyarakatan, dan sebagainya. Semua hal fakta yang dimaksud dihimpun dan
dicatat sebagai data (datum) sebagai
bahan persediaan bagi ilmu. Ilmu dalam hal ini bukan sekadar fakta, melainkan
fakta yang dialami dalm suatu aktivitas ilmiah melalui pengalaman. Fakta bukan
pula data, berbeda dengan fakta, data lebih merupakan berbagai keterangan
mengenai sesuatu hal yang diperoleh melalui hasil pencerapan atau sensasi derawi.
Ketiga, objektif. Bahwa ilmu menunjukkan pada bentuk pengetahuan yang bebas
dari prasangka perorangan (personal biasa), dan perasaan subjektif berupa
kesukaan atau kebencian pribadi. Ilmu haruslah hanya mengandung pernyataan
serta data yang menggambarkan secara terus terang atau menceminkan secara tepat
gejala yang ditelaahnya. Objektivitas ilmu masyarakat bahwa kumpulan
pengetahuan itu haruslah sesuai dengan objeknya (baik objek material maupun
objek formalnya), tanpa diserang oleh keinginan dan kecondongan subjektif dari
penelaahnya.
Keempat, analitis. Bahwa ilmu berusaha mencermati, mendalami, dan membedakan
pokok soalnya ke dalam bagian-bagian yang terperinci untuk memahami sebagai
sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian tersebut. upaya pemilihan atau
penguraian suatu kebulatan pokok soal ke dalam bagian-bagian, membuat suatu
bidang keilmuan senantiasa tersekat dalam cabang yang lebih sempit sasarannya.
Melalui itu, masing-masing cabang ilmu itu membentuk aliran pemikiran keilmuan
baru yang berupa ranting-ranting keilmuan yang terus dikembangkan secara khusus
menuju spesialisasi ilmu.
Kelima, verifikatif. Bahwa ilmu mengandung kebenaran yang terbuka untuk
diperiksa atau diuji (diverifikasi) guna dapat dinyatakan sah (valid) dan
disampaikan kepada orang lain. Kemungkinan diperiksa kebenaran (verifikasi)
dimaksudlah yang menjadi ciri pokok ilmu yang terakhir. Pengetahuan, agar dapat
diakui kebenarannya sebagai ilmu, harus terbuka untuk diuji atau diverifikasi
dari berbagai sudut telaah yang berlainan dan akhirnya diakui benar. Ciri
verifikasi ilmu sekaligus mengandung pengertian bahwa ilmu senantiasa mengarah
kepada tercapainya kebenaran.
Selain kelima ciri
di atas, masih terdapat beberapa ciri tambahan lainnya, misalnya ciri
instrumental dan ciri faktual. Ciri instrumental, dimaksudkan bahwa ilmu
merupakan alat atau sarana tindakan untuk melakukan sesuatu hal. Ilmu dalam hal
ini sukar, namun juga sangat mudah, dalam arti senantiasa merupakan sarana
tindakan untuk melakukan banyak hal yang mengagumkan dan membanjiri dunia
dengan ide-ide baru. Ilmu berciri faktual, dalam arti ilmu tidak memberikan
penilaian baik atau buruk terhadap apa yang ditelaahnya, tetapi hanya
menyediakan fakta atau data bagi si pengguna. Pandangan terakhir ini, oleh
filsuf kritis telah diolah, karena menurut mereka ilmu sebagai suatu hasil
budaya manusia, selalu bertautan atau berhubungan dengan nilai. Ilmu, karenanya
tidak dapat membebaskan atau meluputkan diri dari nilai dan selalu harus
bertanggung jawab atasnya.
Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar