Kebenaran ilmiah
muncul dari hasil penelitian ilmiah, artinya suatu kebenaran tidak mungkin
muncul tanpa adanya tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk memperoleh
pengetahuan ilmiah. Secara metafisis kebenaran ilmu bertumpu pada objek ilmu,
melalui penelitian dengan dukungan metode serta sarana penelitian maka
diperoleh suatu pengetahuan. Semua objek ilmu benar dalam dirinya sendiri,
karena tidak ada kontradiksi di dalamnya. Kebenaran dan kesalahan timbul
tergantung pada kemampuan menteorikan fakta. Bangunan suatu pengetahuan secara
epistemologis bertumpu pada suatu asumsi metafisis tertentu, dari asumsi
metafisis ini kemudian menuntut suatu cara atau metode yang sesuai untuk
mengetahui objek. Dengan kata lain metode yang dikembangkan merupakan
konsekuensi logis dari watak objek. Oleh karena itu pemaksaan standard tunggal
pengetahuan dengan paradigma (metode dan kebenaran) tertentu merupakan
kesalahan, apapun alasannya, apakah itu demi kepastian maupun objektivitas
suatu pengetahuan. Secara epistemologis kebenaran adalah kesesuaian antara apa
yang diklaim sebagai diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya yang menjadi
objek pengetahuan. Kebenaran terletak pada kesesuaian antara subjek dan objek,
yaitu apa yang diketahui subjek dan realitas sebagaimana adanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar