Menurut Jujun
Suriasumantri (2010), pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita
ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk ke dalamnya ilmu. Ilmu merupakan
bagian dari pengetahuan yang ketahui manusia di samping berbagai pengetahuan
lainnya seperti seni dan agama. Pengetahuan merupakan khazanah kekayaan mental.
Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang
diajukan. Secara ontologis ilmu membatasi diri pada kajian objek yang berada
dalam lingkup pengalaman manusia, sedangkan agama memasuki daerah penjelajahan
yang bersifat transendental yang berada di luar pengalaman kita.
Cara menyusun
pengetahuan dalam kajian filsafat disebut epistemologi, dan landasan
epistemologi ilmu disebut metode ilmiah. Setiap jenis pengetahuan mempunyai
ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi), dan
untuk apa (aksiologi) pengetahuan itu disusun. Pengetahuan dikumpulkan oleh
ilmu dengan tujuan untuk menajwab permasalahan kehidupan yang sehari-hari
dihadapi manusia. Pemecahan ini pada dasarnya yaitu dengan meramalkan dan
mengontrol gejala alam. Untuk bisa meramalkan dan mengontrol sesuatu, amak kita
harus menguasai pengetahuan yang menjelaskan peristiwa itu.
Pengetahuan itu
hanya pengetahuan awam apabila orang hanya sadar saja tentang adanya gejala
tersebut; dia dapat mengetahui bahwa gejala itu ada. Selanjutnya dari banyak
gejala yang didasarinya sebagai pengetahuan awam ini, dapat juga olehnya
dirasakan atau dilihat hal ini, yaitu hubungan saling pengaruh yang ada antara
satu gejala dan gejala lainnya.
Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar