Senin, 26 Desember 2016

Konsep Pengetahuan

Menurut Jujun Suriasumantri (2010), pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk ke dalamnya ilmu. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang ketahui manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Pengetahuan merupakan khazanah kekayaan mental. Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan. Secara ontologis ilmu membatasi diri pada kajian objek yang berada dalam lingkup pengalaman manusia, sedangkan agama memasuki daerah penjelajahan yang bersifat transendental yang berada di luar pengalaman kita.
Cara menyusun pengetahuan dalam kajian filsafat disebut epistemologi, dan landasan epistemologi ilmu disebut metode ilmiah. Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi), dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan itu disusun. Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan tujuan untuk menajwab permasalahan kehidupan yang sehari-hari dihadapi manusia. Pemecahan ini pada dasarnya yaitu dengan meramalkan dan mengontrol gejala alam. Untuk bisa meramalkan dan mengontrol sesuatu, amak kita harus menguasai pengetahuan yang menjelaskan peristiwa itu.
Pengetahuan itu hanya pengetahuan awam apabila orang hanya sadar saja tentang adanya gejala tersebut; dia dapat mengetahui bahwa gejala itu ada. Selanjutnya dari banyak gejala yang didasarinya sebagai pengetahuan awam ini, dapat juga olehnya dirasakan atau dilihat hal ini, yaitu hubungan saling pengaruh yang ada antara satu gejala dan gejala lainnya.


Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar