Kamis, 22 Desember 2016

Filsafat Pikiran

Tercakup disini segala hal meliputi mind, mental, ruh bermain-mai. Maksud lingkup filsafat pikiran ini, bagaimana kita dapat memahami sutu hal, baik berupa benda fisik maupun bukan fisik. “masalah eksistensi pikiran yang cocok dengan pemahaman kita tentang dunia adalah pusat dari filsafat pikiran,” kata Baggini seperti di terjemahkan Nur Zaini Hae. Masalah utama dan tak henti-hentinya yang dibicarakan filsafat pikiran ini, yaitu masalah hubungan tubuh - pikiran atau badan - jiwa. Tentu ada masalah lain, seperti masalah kesadaran dan ketidaksadaran. Namun masalah hubungan badan – jiwa ini bisa dikatakan dominan.
Dalam hal ini, terdapat berbagai solusi, antara lain dualisme, keprilakuan, fisikalisme, dan fungsionalisme. Salah satu dari berbagai pikiran dualisme adalah dualisme substansi, yang berpendapat bahwa jiwa dan badan atau pikiran dan materi, adalah dua hal yang berbeda. Materi meliputi benda-benda fisik, baik asli maupun bikinan. Sementara pikiran adalah hal lain yang tidak tampak secara fisik, tetapi merupakan bagian dari kehidupan kita yang tidak bisa ditinggalkan, bahkan menjadi ciri khas atau identitas manusia.
Dalam aliran keprilakuan, behaviorism, perilaku dilihat sebagai wakil, baik fisik maupun mental manusia. Hal ini disebabkan kegiatan mental tercermin dalam kegiatan fisik atau perilaku manusia. Pandangan ini merupakan implementasi psikologis dari pandangan ilmiah yang dimulai pada abad ke-17, yang menuntut adanya ciri teramati dan terukur untuk setiap fenomenanya. Aliran ini menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu tentang perilaku. Kita tidak perlu membicarakan latar belakang perilaku, mental, atau pikiran yang tidak terukur langsung (intagible).

Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar