Metode sistematis adalah cara mempelajari objek
material filsafat, ialah mengenai materi/masalah-masalah yang dibicarakannya.
Yang dimaksud sistematis disini adalah adanya susunan dan urutan (hierarki) dan
juga hubungan menyangkut materi atau masalah yang terdapat dalam filsafat. Apa
yang dimaksud dengan materi atau permasalahan itu dan kemudian bagaimana
susunan dan atau hubungan satu masalah dengan masalah lain terjadi, merupakan bahasan
dalam metode ini. Setiap ahli dibidang ini dapat saja mengajukan pendapatnya
sendiri-sendiri mengenai materi atau masalah apa saja yang dibicarakan
filsafat. Langeveld (1959) mengajukan tiga masalah pokok dalam filsafat yang
melahirkan jenis-jenis filsafat, yang disebut problematika filsafat. Ketiganya
adalah (a) masalah mengenal dan mengetahui atau cognitio, (b) masalah segala sesuatu atau metafisika, ialah tentang
hal ada (metafisika umum, ontologi)
dan yang ada (metafisika khusus), dan (c) masalah penilaiandan nilai atau
aksiologi.
Bisa jadi dalam pembicaraan sistematis ini terjadi
perbandingan pengertian dan masalah tertentu, misalnya masalah logika, antara
seorang pemikir dengan pemikir lainnya. Bahkan perbandingan itu bisa
antarwaktu, seperti metafisika di masa Yunani Kuno dengan Abad Pertengahan dan
pendapat Gabriel Marcel di zaman Modern.
Sebagai bahan perbandingan di masa Yunani Kuno,
sudah ada sistematika filsafat ini, yang terkenal di antaranya sistematika dari
Aristoteles. Sistematika dianggap sebagai sistematika pertama dalam filsafat,
meskipun sebelumnya, guru Aristoteles, Plato, telah mengemukakan tiga cabang
filsafat, ialah (1) dialektika yang mempersoalkan gagasan atau pengertian umum,
(2) fisika yang mempersoalkan dunia materi, dan (3) etika yang mempersoalkan
haikikat baik dan jahat. Adapaun pembagian atau klasifikasi filsafat menurut
Aristoteles, adalah (1) logika yang dianggap sebagai pendahuluan filsafat; (2)
filsafat teoretis membicarakan fisika, matematika, dan metafisika.
Sumber:
Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika
Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar