Hujan turun membahasi bumi, kemudian bumi menyerap
air hujan, dan pada saatnya air berkumpul menjadi mata air. Dari berbagai mata
air, air mengalir menuju sungai. Air sungai mengalir menuju ke tempat yang
lebih rendah, dan akhirnya terkumpul di laut. Laut adalah bagian yang paling
rendah dan memiliki tingkatan kerendahan yang sama untuk seluruh planet bumi,
maka laut bisa menjadi titik tolak untuk mengukur ketinggian suatu daerah, atau
bahkan gunung. Biasanya, ketinggian suatu tempat akan dikatakan sekian meter di
tas permukaan laut. Terjadinya hujan itu mengalami proses yang sangat indah.
Sinar matahari yang panas menguapkan air dari dalam laut, sehingga uap air yang
hangat itu menjadi lembab. Udara hangat lembab yang mengandung uap, air ini
kemudian naik karena massanya lebih ringan dari pada udara yang dingin, semakin
lama, semakin tinggi. Dalam ketinggian tertentu, suhu udara yang lembab itu
akan semakin turun, sampai tekanan uap air dalam udara itu menyamai, atau
bahkan melebihi tekanan-tekanan maksimum uap air pada suhu tersebut.
Tekanan uap air mengecil dengan turunnya suhu udara,
kemudian uap air tersebut berubah menjadi butir-butir air sehingga terbentuklah
awan. Butiran-butiran awan tersebut akan bergabung karena senyawa. Gabungan
butiran air menyebabkan massa air bertambah berat. Dalam kondisi tertentu,
gabungan butiran-butiran air itu tak mampu lagi melayang karena beratnya
kemudian akan jatuh, menimpa butiran yang ada di bawahnya, maka jadilah hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar