Senin, 26 Desember 2016

Transendental Analitika

Menurut Kant, serupa dengan keindraan kita, struktur akal kita mencakup bentuk-bentuk akal atau kategori, antara lain kausalitas (sebab-akibat). Kant setuju dengan Hume bahwa sebab-akibat tidak dapat diamati. Oleh karena itu, kausalitas itu tidak ada. Kant berpendapat bahwa A menyebabkan B dimungkinkan oleh adanya kategori kausalitas yang termasuk struktur akal kita. Suatu makhluk yang tidak mencakup kesanggupan itu tidak akan ‘melihat’ sebab-akibat.
Dengan demikian, baik dalam hubungan keindraan maupun akal kita, terjadi apa yang disebut Kant perkisaran Copernicus, yaitu pergantian dari teori geosentris menjadi heliosentris. Bukan matahari yang beredar di sekitar bumi, melainkan bumi yang beredar di sekitar matahari.
Menurut Kant, bukan pengamatan serta pengertian kita yang bergantung kepada objek, melainkan objek yang bergantung kepada pengamatan atau keindraan. Pengertian (akal) kita, yaitu pengertian pada empirisme yang berpangkal pada objek. Menurut Kant, pengetahuan berpangkal pada subjek (budi dalam arti yang luas), dan materi yang dihampiri subjek itu.


Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar