Menurut Kant,
serupa dengan keindraan kita, struktur akal kita mencakup bentuk-bentuk akal
atau kategori, antara lain kausalitas (sebab-akibat). Kant setuju dengan Hume
bahwa sebab-akibat tidak dapat diamati. Oleh karena itu, kausalitas itu tidak
ada. Kant berpendapat bahwa A menyebabkan B dimungkinkan oleh adanya kategori
kausalitas yang termasuk struktur akal kita. Suatu makhluk yang tidak mencakup
kesanggupan itu tidak akan ‘melihat’ sebab-akibat.
Dengan demikian,
baik dalam hubungan keindraan maupun akal kita, terjadi apa yang disebut Kant
perkisaran Copernicus, yaitu pergantian dari teori geosentris menjadi
heliosentris. Bukan matahari yang beredar di sekitar bumi, melainkan bumi yang
beredar di sekitar matahari.
Menurut Kant, bukan
pengamatan serta pengertian kita yang bergantung kepada objek, melainkan objek
yang bergantung kepada pengamatan atau keindraan. Pengertian (akal) kita, yaitu
pengertian pada empirisme yang berpangkal pada objek. Menurut Kant, pengetahuan
berpangkal pada subjek (budi dalam arti yang luas), dan materi yang dihampiri
subjek itu.
Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009.
Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar