Transenden tidak
ada hubungannya sama sekali dengan transendental. Artinya dalam teori
pengetahuan tentang objek ada dua aliran, ialah realisme dan idealisme. Kalau
saya mengatakan bahwa meja itu ada di depan saya, maka itu berarti bahwa ada
benda di luar diri saya. Pendirian itu dibenarkan oleh realisme.
Idealisme
menyatakan bahwa yang sampai pada saya adalah warna dan bentuk meja itu. Dengan
perkataan lain, apa yang sampai pada saya ialah tanggapan penglihatan. Apabila
meja itu dipegang maka yang sampai pada saya ialah tanggapan perabaan.
Adapaun
tanggapan-tanggapan itu, seluruhnya ada pada diri saya dan tidak di luar diri
saya. Selanjutnya idealisme menyatakan bahwa meja itu sebagai benda di luar
saya dan tidak mungkin dijangkau.
Realisme merupakan
aliran yang mengakui adanya benda di luar diri kita, sedangkan idealisme
merupakan aliran yang mengakui bahwa yang sampai pada diri kita itu terbatas
pada tanggapan.
Benda yang berada
di luar diri kita disebut benda yang transenden. Dengan demikian, bagi realisme
ada benda-benda yang transenden, objek-objek yang transenden. Bagi idealisme,
tidak ada objek yang transenden, tetapi hanya mengenal objek yang immanen,
yakni tanggapan yang ada pada diri kita.
Transendental
berarti tidak mengenai objek, tetapi mengenai kesanggupan kita untuk mengenal
objek itu, ataupun mengenai struktur budi kita (Kant). Transendental tidak
mengenai objek, tetapi mengenai subjek. Penyelidikan transendental ialah
penyelidikan untuk menyelesaikan masalah.
Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009.
Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar