Senin, 26 Desember 2016

Ciri Khas Filsafat India

Menurut Rabindranath Tagore (1861-1941) filsafat India berpangkal pada keyakinan bahwa ada kesatuan fundamental antara manusia dan alam, harmoni antara individu dan kosmos. Harmoni ini harus disadari supaya dunia tidak dianggap sebagai tempat keterasingan ataupun penjara. Orang India bukan belajar untuk menguasai dunia, melainkan untuk berteman dengan dunia.
Semua filsafat muncul dari pemikiran yang semula bersifat keagamaan, baik dari filsafat Yunani maupun filsafat China dan filsafat India. Karena kurang puas akan keterangan yang diberikan agama, atau karena sebab-sebab lainnya akal manusia mulai dipakai untuk memberi jawaban atas segala persoalan yang dihadapi. Di barat, sekalipun semula filsafat tumbuh dari perkembangan agama, namun lambat laun filsafat memisahkan diri dari agaman dan berdiri sendiri sebagai kekuatan rohani, yang bahkan bertentangan dengan agama. Akan tetapi, tidak demikian keadaan filsafat India. Filsafat tidak pernah berkembang sendiri lepas dari agama, serta menjadi kekuatan yang berdiri sendiri.
Di India filsafat senantiasa bersifat religius. Tujuan terakhir dari filsafat yaitu keselamatan manusia di akhirat. Pertumbuhan filsafat India keluar dari agama itu meliputi suatu proses yang sangat pelan. Kalau zaman filsafat pada umumnya dipandang lahir bagai proses kelahiran sang bayi, filsafat India lahir bagaikan bayi yang sudah ada sejak di dalam kandungan sang ibu “Agama Hindu” selama lebih dari 10 abad.
Di dalam waktu yang sekian lama yang dikenal sebagai embrio, kemudian di lahir tumbuh dan berkembang sebagai filsafat India, kemudian setelah kelahirannya filsafat India tidak pernah melepaskan diri dari pelukan sang ibu “Agama Hindu” hingga sekarang.


Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar