Menurut Rabindranath Tagore (1861-1941) filsafat India berpangkal pada
keyakinan bahwa ada kesatuan fundamental antara manusia dan alam, harmoni
antara individu dan kosmos. Harmoni ini harus disadari supaya dunia tidak
dianggap sebagai tempat keterasingan ataupun penjara. Orang India bukan belajar
untuk menguasai dunia, melainkan untuk berteman dengan dunia.
Semua filsafat muncul dari pemikiran yang semula bersifat keagamaan,
baik dari filsafat Yunani maupun filsafat China dan filsafat India. Karena
kurang puas akan keterangan yang diberikan agama, atau karena sebab-sebab
lainnya akal manusia mulai dipakai untuk memberi jawaban atas segala persoalan
yang dihadapi. Di barat, sekalipun semula filsafat tumbuh dari perkembangan
agama, namun lambat laun filsafat memisahkan diri dari agaman dan berdiri
sendiri sebagai kekuatan rohani, yang bahkan bertentangan dengan agama. Akan
tetapi, tidak demikian keadaan filsafat India. Filsafat tidak pernah berkembang
sendiri lepas dari agama, serta menjadi kekuatan yang berdiri sendiri.
Di India filsafat senantiasa bersifat religius. Tujuan terakhir dari
filsafat yaitu keselamatan manusia di akhirat. Pertumbuhan filsafat India
keluar dari agama itu meliputi suatu proses yang sangat pelan. Kalau zaman
filsafat pada umumnya dipandang lahir bagai proses kelahiran sang bayi,
filsafat India lahir bagaikan bayi yang sudah ada sejak di dalam kandungan sang
ibu “Agama Hindu” selama lebih dari 10 abad.
Di dalam waktu yang sekian lama yang dikenal sebagai embrio, kemudian di
lahir tumbuh dan berkembang sebagai filsafat India, kemudian setelah kelahirannya
filsafat India tidak pernah melepaskan diri dari pelukan sang ibu “Agama Hindu”
hingga sekarang.
Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar