Sebelum memasuki pembicaraan
lanjut, ada masalah lain yang perlu dipahami dahulu. Bahwasannya, suatu
perincian yang didasarkan atas perbedaan pendirian dalam bidang epistemologi
dan ontologi tidak senantiasa tepat untuk diterapkan pada bidang biologi
kefilsafatan dan psikologi kefilsafatan – khususnya pembedaan paham dalam
bidang epistemologi. Jika orang hendak membicarakan hakikat manusia bukan
sebagai hewan, melainkan dari segi ilmiah yang khusus manusiawai, maka pasti
akan berlainan masalahnya. Segi hidup yang secara paling jelas menampakkan diri
pada manusia, dan secara umum disebut jiwa (mind).
Barangkali macam klasifikasi yang paling tepat bagi teori-teori mengenai jiwa
tersebut ialah sebagai berikut.
1. Teori-teori
yang memandang jiwa sebagai substansi yang berjenis khusus, yang dilawankan,
misalnya dengan substansi material.
2. Teori-teori
yang memandang jiwa sebagai sejenis kemampuan; artinya semacam pelaku atau
pengaruh dalam kegiatan-kegiatan.
3. Teori-teori
yang memandang jiwa semata-mata sebagai sejenis proses yang tampak pada
organisme-organisme hidup.
4.
Teori-teori
yang menumbuhkan pengertian jiwa dengan pengertian tingkah laku.
Sumber
: *Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Tiara Wacana Yogya:Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar