Kamis, 22 Desember 2016

Jenis Logika

Terdapat istilah deontik logic yang berarti pernyataan doentik. Doentik merupakan istilah yang dikemukakan GH von Wright, bertalian dengan konsep permisibilitas dan obligatorines. Konsep ini dinyatakan dalam bentuk boleh, seyogyanya, seharusnya, dan lain-lain. Jadi logika doentik kurang lebih “sesuatu bisa jadi, seharusnya, begini atau begitu”, dan lain-lain. Konsep-konsep ini kadang-kadang disebut juga modalitas deontik, dan logika mereka memperlihatkan analogi-analogi dengan logika keharusan (nesesitas) dan kemungkinan (posibilitas). Konsep deontik dapat dibandingkan dan dikontraskan dengan konsep normatif, mengenai kebenaran dan kesalahan, di antara konsep-konsep yang paling umum, dan konsep analogis mengenai baik dan buruk, kesucian, edan, iblis, dan sebagainya.
Kemudian kita pun memiliki jenis logika yang disebut logika induktif, logika deduktif, dan logika dialektif. Logika eduktif merupakan telaahan atau sistem mengenai prinsip-prinsip penyimpulan yang mengarah pada penggunaan suatu prinsip. Sedangkan logika induktif merupakan telaahan atau teori mengenai prinsip-prinsip penyimpulan dari berbagai kenyataan.
Pengertian deduktif dan induktif merupakan wilayah penyimpulan yang sangat penting dalam penggunaan logika. Pengertian induktif adalah mencari prinsip umum berdasarkan kenyataan-kenyataan yang berkembang, atau menyatakan kemungkinan terbesar; sedangkan deduktif adalah penurunan hal umum untuk hal yang khusus, atau pernyataan yang bersifat niscaya, nesesitas, tidak bisa tidak, pasti.
Dikenal juga logika dialektis, ialah cara mengambil kesimpulan berdasarkan proses interaksional atau dialog. Dengan dialog dimaksudkan saling pengaruh antara satu pihak dengan pihak lain dalam dialog tersebut.

Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar