Terdapat istilah deontik
logic yang berarti pernyataan doentik. Doentik merupakan istilah yang
dikemukakan GH von Wright, bertalian dengan konsep permisibilitas dan
obligatorines. Konsep ini dinyatakan dalam bentuk boleh, seyogyanya,
seharusnya, dan lain-lain. Jadi logika doentik kurang lebih “sesuatu bisa jadi,
seharusnya, begini atau begitu”, dan lain-lain. Konsep-konsep ini kadang-kadang
disebut juga modalitas deontik, dan logika mereka memperlihatkan
analogi-analogi dengan logika keharusan (nesesitas) dan kemungkinan
(posibilitas). Konsep deontik dapat dibandingkan dan dikontraskan dengan konsep
normatif, mengenai kebenaran dan kesalahan, di antara konsep-konsep yang paling
umum, dan konsep analogis mengenai baik dan buruk, kesucian, edan, iblis, dan
sebagainya.
Kemudian kita pun memiliki jenis logika yang disebut
logika induktif, logika deduktif, dan logika dialektif. Logika eduktif
merupakan telaahan atau sistem mengenai prinsip-prinsip penyimpulan yang
mengarah pada penggunaan suatu prinsip. Sedangkan logika induktif merupakan telaahan
atau teori mengenai prinsip-prinsip penyimpulan dari berbagai kenyataan.
Pengertian deduktif dan induktif merupakan wilayah
penyimpulan yang sangat penting dalam penggunaan logika. Pengertian induktif
adalah mencari prinsip umum berdasarkan kenyataan-kenyataan yang berkembang,
atau menyatakan kemungkinan terbesar; sedangkan deduktif adalah penurunan hal
umum untuk hal yang khusus, atau pernyataan yang bersifat niscaya, nesesitas,
tidak bisa tidak, pasti.
Dikenal juga logika dialektis, ialah cara mengambil
kesimpulan berdasarkan proses interaksional atau dialog. Dengan dialog
dimaksudkan saling pengaruh antara satu pihak dengan pihak lain dalam dialog
tersebut.
Sumber:
Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika
Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar