Filsafat Cina
sangat penting untuk dipelajari. Selain telah berumur tua, filsafat Cina juga
telah melahirkan berbagai macam wacana, antara lain ilmu pengetahuan yang
tinggi. Misalnya kedokteran Cina dan kebudayaan tinggi lainnya.
Chan (1962) menulis
filsafat cina dengan sangat bervariasi, berisi pemikiran lama dan baru;
bersifat kebarat-baratan (western)
ataupun asli; ekstrem ataupun moderat. Setiap pemikiran berusaha memperebutkan
supremasi.
Secara umum
filsafat Cina terbagi dalam dua kelompok yaitu aliran Khong Hu Tzu dan aliran
filsafat ke barat. Pada abad ke XI lahir Neoconfusianisme. Bidang yang saat ini
menjadi lahan perjuangan, meliputi (1) upaya mutakhir paham khong hu tzu untuk
menyesuaikan diri kembali, (2) sedangkan dari barat, (3) berkembangnya
buddhisme, dan (4) lahirnya filsaat rasional khong hu tzu baru.
Filsafat Cina yang
mendasarkan diri pada pemikiran confucius merupakan seperangkat gagasan etika
yang berorientasi pada praksis (Craig, 2005). Terutama menitikberatkan pada
ikatan traidisional berupa tanggung jawab etis dan dao, atau kehidupan manusia
yang baik dan ideal serta menyeluruh. Konsep-konsep utama yang dikemukakan
selain dao adalah kebijakan.
Cina berkenalan
dengan filsafat barat pada tahun 1897, ketika tulisan Huxley Evolution and Etics, diterjemahkan ke dalam bahasa Cina,
diikuti terjemahan pemikiran Millspencer, Darwin, dan Montesquieu menyusul
kemudian pemikiran Schopenhauer, Kant, Nietzsche, Rousseau, Lamarck, kemudian
Russel dan dari Esch. Pikiran-pikiran barat yang berkembang di Cina pada
dasarnya adalah (1) Pragmatime, (2) Materialisme, (3) Neo-Realisme, (4)
Vitalisme, dan (5) Idelaisme baru.
Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009.
Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar