Senin, 26 Desember 2016

Sarana Berpikir Ilmiah Dalam Ilmu Pengetahuan

Dalam melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir ilmiah. Tersedianya sarana berpikir ilmiah ini memungkinkan dilakukannya penelaahan ilmiah secara teratur, cermat, dan objektif. Penguasaan sarana berpikir ilmiah ini merupakan suatu hal yang bersifat imperatif bagi seorang ilmuwan. Tanpa menguasai hal ini, maka kegiatan ilmiah yang baik tak dapat dilakukan. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh.
Dalam proses pendidikan, sarana berpikir ilmiah ini merupakan bidang studi tersendiri. Suhartono Taat Putra (2009) mengemukakan, dalam berpikir ilmiah ini, dalam ilmu pengetahuan harus memperhatikan dua hal, yaitu: Pertama, sarana ilmiah. Sarana ilmiah ini bukanlah merupakan kumpulan ilmu, sarana ilmiah merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah. Seperti diketahui, salah satu di antara ciri-ciri ilmu umpamanya penggunaan induksi dan deduksi dalam mendapatkan pengetahuan. Sarana berpikir ilmiah tidak menggunakan cara ini dalam mendapatkan pengetahuannya. Secara lebih jelas dapat dikatakan, bahwa ilmu mempunyai metode tersendiri dalam mendapatkan pengetahuannya yang berbeda dengan sarana berpikir ilmiah. Kedua, tujuan mempelajari sarana berpikir ilmiah. Tujuan dalam hal ini yaitu memungkinkan kita untuk menelaah ilmu secara baik. Adapun tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk mendaptkan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk dapat memecahkan masalah kita sehari-hari. Dalam hal ini maka sarana berpikir ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang ilmu untuk mengembangkan materi pengetahuannya berdasarkan metode ilmiah.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa mengapa sarana berpikir ilmiah mempunyai metode tersendiri yang berbeda dengan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuannya, sebab fungsi sarana berpikir ilmiah yaitu membantu proses metode ilmiah dan bahkan dalam aspek tertentu dia merupakan ilmu tersendiri. Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan empat sarana berpikir ilmiah, yakni bahasa, logika, matematika, dan statistika.


Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar