Dalam melakukan
kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir ilmiah. Tersedianya
sarana berpikir ilmiah ini memungkinkan dilakukannya penelaahan ilmiah secara teratur,
cermat, dan objektif. Penguasaan sarana berpikir ilmiah ini merupakan suatu hal
yang bersifat imperatif bagi seorang ilmuwan. Tanpa menguasai hal ini, maka
kegiatan ilmiah yang baik tak dapat dilakukan. Sarana ilmiah pada dasarnya
merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus
ditempuh.
Dalam proses
pendidikan, sarana berpikir ilmiah ini merupakan bidang studi tersendiri.
Suhartono Taat Putra (2009) mengemukakan, dalam berpikir ilmiah ini, dalam ilmu
pengetahuan harus memperhatikan dua hal, yaitu: Pertama, sarana ilmiah. Sarana ilmiah ini bukanlah merupakan
kumpulan ilmu, sarana ilmiah merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan
berdasarkan metode ilmiah. Seperti diketahui, salah satu di antara ciri-ciri
ilmu umpamanya penggunaan induksi dan deduksi dalam mendapatkan pengetahuan.
Sarana berpikir ilmiah tidak menggunakan cara ini dalam mendapatkan
pengetahuannya. Secara lebih jelas dapat dikatakan, bahwa ilmu mempunyai metode
tersendiri dalam mendapatkan pengetahuannya yang berbeda dengan sarana berpikir
ilmiah. Kedua, tujuan mempelajari
sarana berpikir ilmiah. Tujuan dalam hal ini yaitu memungkinkan kita untuk
menelaah ilmu secara baik. Adapun tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk
mendaptkan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk dapat memecahkan masalah
kita sehari-hari. Dalam hal ini maka sarana berpikir ilmiah merupakan alat bagi
cabang-cabang ilmu untuk mengembangkan materi pengetahuannya berdasarkan metode
ilmiah.
Dengan demikian,
dapat dipahami bahwa mengapa sarana berpikir ilmiah mempunyai metode tersendiri
yang berbeda dengan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuannya, sebab
fungsi sarana berpikir ilmiah yaitu membantu proses metode ilmiah dan bahkan
dalam aspek tertentu dia merupakan ilmu tersendiri. Untuk dapat melakukan
kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan empat sarana berpikir
ilmiah, yakni bahasa, logika, matematika, dan statistika.
Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar