Pada awalnya ilmu
berkembang dari filsafat. Sehingga sering dinyatakan bahwa filsafat merupakan
induk atau ibu dari semua ilmu (mater
scientiarium). Objek material filsafat bersifat umum, yaitu seluruh
kenyataan yang ada, sementara ilmu membutuhkan objek khusus. Hal ini
menyebabkan berpisahnya ilmu dari filsafat.
Selanjutnya
Suhartono (2008) mengatakan, karena ilmu berkembang dari filsafat, antara ilmu
dan filsafat memiliki pengertian yang berlapis. Hal ini berlangsung untuk
jangka waktu yang lama dalam rentang sejarah perkembangan pemikiran dan
pengetahuan manusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana hubungan
antara keduanya dalam prespektif historis. Pengetahuan yaitu sesuatu yang ada
secara niscaya pada diri manusia. Keberadaannya diawali dari kecenderungan
psikis manusia sebagai bawaan kodrat manusia, yaitu dorongan ingin tahu yang
bersumber dari kehendak atau kemauan.
Siswomihardjo
(2003) mengemukakan, ada hubungan timbal balik antara ilmu dan filsafat banyak
masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila
pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. Ilmu dewasa ini dapat
menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan yang berupa fakta yang sangat
penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat, sehingga sejalan dengan
pengetahuan ilmiah. Pada perkembangan selanjutnya, filsafat tidak saja
dipandang sebagai induk dan sumber ilmu, tetapi sudah merupakan bagian dari
ilmu itu sendiri yang juga mengalami spesialisasi. Dalam taraf peralihan ini
filsafat tidak mencakup keseluruhan, tetapi juga menjadi bagian. Sebagi contoh
perkembangan filsafat yang terbagi dalam bidang ilmu tertentu, yaitu adanya
filsafat agama, filsafat hukum, filsafat ilmu.
Meskipun pada
perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan dari filsafat, ini tidak berarti
hubungan filsafat dengan ilmu khusus menjadi terputus. Dengan ciri kekhususan
yang dimiliki setiap ilmu, hal ini menimbulkan batas-batas yang tegas di antara
masing-masing ilmu. Dengan kata lain, tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi
penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. Di sinilah filsafat berusaha untuk
menyatupadukan masing-masing ilmu. Tugas filsafat yaitu mengatasi spesialisasi
dan merumuskan suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman
kemanusiaan yang luas.
Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar