Senin, 26 Desember 2016

Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Pada awalnya ilmu berkembang dari filsafat. Sehingga sering dinyatakan bahwa filsafat merupakan induk atau ibu dari semua ilmu (mater scientiarium). Objek material filsafat bersifat umum, yaitu seluruh kenyataan yang ada, sementara ilmu membutuhkan objek khusus. Hal ini menyebabkan berpisahnya ilmu dari filsafat.
Selanjutnya Suhartono (2008) mengatakan, karena ilmu berkembang dari filsafat, antara ilmu dan filsafat memiliki pengertian yang berlapis. Hal ini berlangsung untuk jangka waktu yang lama dalam rentang sejarah perkembangan pemikiran dan pengetahuan manusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana hubungan antara keduanya dalam prespektif historis. Pengetahuan yaitu sesuatu yang ada secara niscaya pada diri manusia. Keberadaannya diawali dari kecenderungan psikis manusia sebagai bawaan kodrat manusia, yaitu dorongan ingin tahu yang bersumber dari kehendak atau kemauan.
Siswomihardjo (2003) mengemukakan, ada hubungan timbal balik antara ilmu dan filsafat banyak masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. Ilmu dewasa ini dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan yang berupa fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat, sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah. Pada perkembangan selanjutnya, filsafat tidak saja dipandang sebagai induk dan sumber ilmu, tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri yang juga mengalami spesialisasi. Dalam taraf peralihan ini filsafat tidak mencakup keseluruhan, tetapi juga menjadi bagian. Sebagi contoh perkembangan filsafat yang terbagi dalam bidang ilmu tertentu, yaitu adanya filsafat agama, filsafat hukum, filsafat ilmu.
Meskipun pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan dari filsafat, ini tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu khusus menjadi terputus. Dengan ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu, hal ini menimbulkan batas-batas yang tegas di antara masing-masing ilmu. Dengan kata lain, tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. Di sinilah filsafat berusaha untuk menyatupadukan masing-masing ilmu. Tugas filsafat yaitu mengatasi spesialisasi dan merumuskan suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman kemanusiaan yang luas.


Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar