Epistemologi mempersoalkan kebenaran pengetahuan.
Tetapi karena pernyataan tentang kebenaran mensyaratkan susunan yang tepat,
maka kebenaran pengetahuan, atau disebut memenuhi syarat-syarat epistemologi,
juga harus tepat susunannya, atau disebut logis. Jadi meskipun logika dan
epistemologi merupakan dua hal berbeda, tetapi kaitan di antara keduanya sangat
kuat, ialah bahwa logika menjadi prasyarat bagi dan mendasari epistemologi.
Dalam epistemologi yang lebih rinci, terdapat
perbincangan megenai dasar, batas, dan objek pengetahuan; unutj sebagian orang,
epistemologi juga disebut filsafat ilmu. Namun secara umum dan mendasar
terdapat perbedaan antaraepistemologi dan filsafat ilmu, ialah bahwa
epistemologi menyoal kebenaran pengetahuan sebagai bagian filsafat, sedangkan
filsafat ilmu, yang dalam bahasa Inggris disebut philosophy of science, masalah yang dipersoalkan adalah khusus
mengenai ilmu pngetahuan. Perbedaan dasar antara epistemologi dan filsafat
ilmu, adalah bahwa kebenaran epistemologi didasarkan pada pemikiran
semata-mata, sedangkan kebenaran ilmiah, selain menyangkut kebenaran teoretis
hasil pemikiran, juga melibatkan validasi eksperimentasi atau bukti lapangan.
Epistemologi, istilah yang ditemukan pada filsafat Yunani Kuno, sementara ilmu
pengetahuan atau scientiate atau sciens dimulai pada abad XVI dan XVII.
Dalam ilmu pengetahuan dibicarakan pengetahuan yang
tersusun, ilmiah; jadi yang dibicarakan adalah (a) pengetahuan dan (b) susunan
(sistem). Yang dimaksud dengan ilmu, science
(Inggris) atau sciens (Yunani)
adalah pengetahuan-pengetahuan yang gejalanyadapat diamati berulang kali
melalui eksperimen atau penelaahan lapangan, sehingga juga dapat diamati secara
berulang oleh orang yang berbeda-beda dan dalam waktu yang berbeda. Sedangkan
yang dibicarakan dalam epistemologi ini adalah hakikat ketetapan susunan
berpikir yang secara tepat pula digunakan untuk masalah-masalah yang
bersangkutan, dengan maksud menemukan kebearan isi pernyataannya. Isi
pernyataan itu adalah sesuatu yang ingin diketahui. Oleh karena itu,
epistemologi disebut atau bersesuaian dengan ilmu pengetahuan, sehingga
pengertiannya untuk sebagian orang dianggap sama dengan filsafat ilmu. Perlu
ditegaskan bahwa dalam epistemologi yang dibicarakan hanyalah uraian rasional
semata-mata, sedangkan filsafat ilmu membicarakan juga hakikat pembuktian.
Sumber:
Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika
Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar