Kamis, 22 Desember 2016

Epistemologi

Epistemologi mempersoalkan kebenaran pengetahuan. Tetapi karena pernyataan tentang kebenaran mensyaratkan susunan yang tepat, maka kebenaran pengetahuan, atau disebut memenuhi syarat-syarat epistemologi, juga harus tepat susunannya, atau disebut logis. Jadi meskipun logika dan epistemologi merupakan dua hal berbeda, tetapi kaitan di antara keduanya sangat kuat, ialah bahwa logika menjadi prasyarat bagi dan mendasari epistemologi.
Dalam epistemologi yang lebih rinci, terdapat perbincangan megenai dasar, batas, dan objek pengetahuan; unutj sebagian orang, epistemologi juga disebut filsafat ilmu. Namun secara umum dan mendasar terdapat perbedaan antaraepistemologi dan filsafat ilmu, ialah bahwa epistemologi menyoal kebenaran pengetahuan sebagai bagian filsafat, sedangkan filsafat ilmu, yang dalam bahasa Inggris disebut philosophy of science, masalah yang dipersoalkan adalah khusus mengenai ilmu pngetahuan. Perbedaan dasar antara epistemologi dan filsafat ilmu, adalah bahwa kebenaran epistemologi didasarkan pada pemikiran semata-mata, sedangkan kebenaran ilmiah, selain menyangkut kebenaran teoretis hasil pemikiran, juga melibatkan validasi eksperimentasi atau bukti lapangan. Epistemologi, istilah yang ditemukan pada filsafat Yunani Kuno, sementara ilmu pengetahuan atau scientiate atau sciens dimulai pada abad XVI dan XVII.
Dalam ilmu pengetahuan dibicarakan pengetahuan yang tersusun, ilmiah; jadi yang dibicarakan adalah (a) pengetahuan dan (b) susunan (sistem). Yang dimaksud dengan ilmu, science (Inggris) atau sciens (Yunani) adalah pengetahuan-pengetahuan yang gejalanyadapat diamati berulang kali melalui eksperimen atau penelaahan lapangan, sehingga juga dapat diamati secara berulang oleh orang yang berbeda-beda dan dalam waktu yang berbeda. Sedangkan yang dibicarakan dalam epistemologi ini adalah hakikat ketetapan susunan berpikir yang secara tepat pula digunakan untuk masalah-masalah yang bersangkutan, dengan maksud menemukan kebearan isi pernyataannya. Isi pernyataan itu adalah sesuatu yang ingin diketahui. Oleh karena itu, epistemologi disebut atau bersesuaian dengan ilmu pengetahuan, sehingga pengertiannya untuk sebagian orang dianggap sama dengan filsafat ilmu. Perlu ditegaskan bahwa dalam epistemologi yang dibicarakan hanyalah uraian rasional semata-mata, sedangkan filsafat ilmu membicarakan juga hakikat pembuktian.

Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar