Secara
etimologis ontologi berasal dari onto yang
berarti organ dan logos yang berarti
perbincangan atau pemikiran. Jadi metafisika umum atau ontologi mempersoalkan
adanya segala sesuatu yang ada.
Kalau kini kita
bertanya, apakah ada itu, maka ternyata dipandang dari sudut logika tidak
mungkin kita memperoleh jawaban, karea jawabannya tidak emmenuhi persyaratan.
Kita ketahui bahwa dalam suatu batasan atau definisi, yang akan menjadi jawaban
atas pertanyaan itu, harus ada dua unsur yang menjadi prsayarat, ialah: genus proximum dan differentiate specificae. Genus proksimum artinya pengertian yang
lebih tinggi atau lebih umum. Spesifik artinya khas atau unik, dibedakan dari
partikular yang berarti khusus.
Contohnya: “Apakah manusia itu?”
Maka
jawabannya: “manusia itu adalah makhluk hidup yang berpikir.” Dalam jawaban
ini, genus proximum dari manusia
adalah “makhlu hidup”, sedangkan differentiate
specificae-nya adalah “yang berpikir”.
Batasan tentang “ada” tidak dapat diberikan karena
“ada” tidak memiliki genus proximum
atau pengertian yang lebih tinggi. Yang dimaksud dengan differentiate adalah ciri-ciri yang khas bagi hal yang didefinisikan.
Jadi pertanyaan apakah ada itu, tidak dapat dijawab karena tidak akan ditemukan
genus proximum bagi ada, karena ada
merupakan pengertian yang tertinggi. Oleh karena itu, karena diperlukan
pemahaman tentang ada, masalah ada itu selanjutnya kita teropong dari sudut
kenyataan yang ada itu. Yang ada tersebut adalah segala hal yang ada, yang
kemudian kita kenal termasuk dalam metafisika khusus.
Sumber:
Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika
Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar