Hidup itu berlangsung di dalam suatu proses yang
terus-menerus. terus-menerus bekerja, berjuang dan menjadi, bahkan dari evolusi
diketahui bahwa sebelum kehidupan ada di semesta, proses bekerja, berjuang dan
menjadi terus terjadi. Terjadi perubahan dan pembentukan struktur tanah,
bebatuan, dan bahkan bumi pun memperbaharui dirinya dalam bentuk-bentuk
tertentu, seperti pergeseran lempengan bumi kemudian muncul dalam bentuk gejala
alam, seperti tsunami, gunung meletus, munculnya benua baru dan hilangnya atau
penurunan daratan, contoh lain yang amat menarik adalah proses siklus hujan.
Setelah evolusi sampai pada tahap kehidupan proses
bekerja, berjuang dan menjadi ini makin jelas. Inilah salah satu nilai yang
dapat dipetik dari evolusi. Setelah evolusi sampai pada tahap pikiran, maka
terjadilah hal yang amat luar biasa. Pikiran sebagai puncak perkembangan
evolusi tampak di dalam bagaimana kemampuan manusia itu berfungsi. Pikiran
manusia merupakan suatu memiliki kemampuan luar biasa oleh karena didukung oleh
beberapa cirinya yang unik.
Secara sederhana, pikiran dapat dikategorikan ke
dalam dua aspek dengan ciri dan fungsinya masing-masing. Pertama, pikiran itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa pikiran jenis
pertama ini bekerja sebagian besar di bawah ketidaksadaran. Pada wilayah inilah
berlangsung kerja pikiran yang masih menyimpan banyak misteri. Contohnya yaitu
pengkodean serta perealisasian kode yang tersurat pada gen, kemampuan pikiran
yang terus bekerja mengatur seluruh sistem biologis kita, entah pada saat kita
terjaga atau pada saat kita sedang tidur, seperti mengatur kerja jantung,
memulihkan dan merawat jaringan tubuh kita yang rusak atau kemampuan kognitif
kita dalam memperoleh, menyimpan, mentransformasikan dan menggunakan
pengetahuan, atau pikiran yang terus bekerja sewaktu kita sedang tertidur atau
setengah sadar.
Aspek pikiran kedua adalah pikiran yang memahami
akan dirinya sendiri. Kata akal atau akal budi atau biasanya dipakai untuk
memahami pikiran. Melalui pikiran jenis kedua ini, manusia bisa menaksir suatu
nilai yang muncul di dalam pikiran. Karena itu, ungkapan “berpikirlah sebelum
bicara” hendaknya dapat menegaskan dan meminta agar setiap orang menggunakan
akal budinya dalam mempertimbangkan, baik buruknya, tepat tidaknya sesuatu
sebelum diungkapkan.
Fungsi dari jenis pikiran kedua ini dapat
diibaratkan sebagai perilaku, seperti ; mengamati, mengingat, mengenali,
memahami, bernalar, megetahui, membedakan, membandingkan, menganalisis,
menilai, memutuskan, mengungkapkan, merefleksikan, membaynagkan,
mengabstraksikan, memprediksi, keadaran, motivasi, kehendak, emosi, keyakinan,
dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar