Sabtu, 31 Desember 2016

Pikiran

Untuk bisa sungguh bebas berpikir, kita perlu memahami hakekat dari pikiran kita. Apa itu pikiran? Pikiran adalah aktivitas mental manusia yang berpijak pada kesadarannya. Jadi, pikiran berbeda dengan kesadaran. Aktivitas mental ini terjadi, karena hubungan dengan dunia luar.
Banyak penelitian dijalankan untuk memahami arti kesadaran, terutama dalam hubungan dengan otak. Namun, sampai sekarang, belum ada definisi yang cukup diterima secara umum tentang kesadaran. Di dalam tradisi filsafat Timur, kesadaran manusia sama dengan kesadaran semesta, dan kesadaran segala yang ada. Segala hal terhubung dalam jaringan kesadaran raksasa seluas semesta itu sendiri.
Di dalam diri manusia, kesadaran lalu melahirkan pikiran. Pikiran berguna bagi manusia untuk memempertahankan dirinya. Untuk itulah ilmu pengetahuan dan teknologi dilahirkan. Pikiran manusia juga menciptakan konsep dan bahasa yang berguna untuk memahami segala sesuatu. Dalam arti ini, dapatlah dikatakan, bahwa pikiran menciptakan segalanya yang diketahui manusia.
Namun, pikiran manusia juga memiliki kelemahan. Sejatinya, ia bersifat kosong, sementara dan tidak pasti. Pikiran manusia tidak mencerminkan kebenaran, melainkan hanya aktivitas mental subyektifnya saja. Ia datang dan pergi, bagaikan angin dingin di tengah musim panas.
Banyak orang sibuk dengan pikirannya. Mereka mengira, bahwa pikirannya nyata. Mereka mengira, bahwa pikirannya adalah kebenaran. Inilah sumber dari segala penderitaan batin dan konflik antar manusia, yakni dari pikiran kacau yang dianggap sebagai kebenaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar