Untuk bisa sungguh bebas berpikir, kita perlu memahami hakekat dari
pikiran kita. Apa itu pikiran? Pikiran adalah aktivitas mental manusia yang
berpijak pada kesadarannya. Jadi, pikiran berbeda dengan kesadaran. Aktivitas
mental ini terjadi, karena hubungan dengan dunia luar.
Banyak penelitian dijalankan untuk memahami arti kesadaran, terutama
dalam hubungan dengan otak. Namun, sampai sekarang, belum ada definisi yang
cukup diterima secara umum tentang kesadaran. Di dalam tradisi filsafat Timur,
kesadaran manusia sama dengan kesadaran semesta, dan kesadaran segala yang ada.
Segala hal terhubung dalam jaringan kesadaran raksasa seluas semesta itu
sendiri.
Di dalam diri manusia, kesadaran lalu melahirkan pikiran. Pikiran
berguna bagi manusia untuk memempertahankan dirinya. Untuk itulah ilmu
pengetahuan dan teknologi dilahirkan. Pikiran manusia juga menciptakan konsep
dan bahasa yang berguna untuk memahami segala sesuatu. Dalam arti ini, dapatlah
dikatakan, bahwa pikiran menciptakan segalanya yang diketahui manusia.
Namun, pikiran manusia juga memiliki kelemahan. Sejatinya, ia bersifat
kosong, sementara dan tidak pasti. Pikiran manusia tidak mencerminkan
kebenaran, melainkan hanya aktivitas mental subyektifnya saja. Ia datang dan
pergi, bagaikan angin dingin di tengah musim panas.
Banyak orang sibuk dengan pikirannya. Mereka mengira, bahwa pikirannya
nyata. Mereka mengira, bahwa pikirannya adalah kebenaran. Inilah sumber dari
segala penderitaan batin dan konflik antar manusia, yakni dari pikiran kacau
yang dianggap sebagai kebenaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar