Metafisiska ini membicarakan hakikat segala sesuatu
yang ada. Langeveld mengemukakan, bahwa yang terliput disini adalah:
a. Kosmologia,
ialah bagian metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat lam semesta (dan
segala isinya, kecuali manusia).
b. Anthropologia,
ialah bagian metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat manusia, dan
c. Theologia,
atau lebih tepat theodecea, karena
istilah teologi telah lebih populer digunakan sebagai wacana berupa ajaran
agama. Theodeceae adalah bagian
metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat Tuhan. Yang dibicarakan dalam hal
ini menyangkut selain hakikat adanya, juga sifat-sifat-Nya, seperti kebaikan,
kesucian, kebenaran, keadilan, dan sifat-sifat baik Tuhan lainnya. (Malaikat
dibicarakan pula dalam rangka pembicaraan tentang Tuhan ini).
Tampak bahwa segala sesuatu yang ada itu, secara
khusus dibagi dalam tiga substansi, ialah kosmos, manusia, dan Tuhan. Ada
yang memasukan gagasan atau idea ke
dalam metafisika khusus ini, karena meskipun tidak konkret, gagasan atau idea
ini berpengaruh dan menyita banyak waktu serta perhatian banyak pemikir ataupun
kaum awam.
Ada pula saat dimana epistemologi dianggap bagian
dari metafisika karena epistemologi mempersoalkan kepastian atau kebenaran
pengetahuan metafisis. Bisa juga, epistemologi ini menyatu dengan gagasan atau
idea, atau sebaliknya, gagasan menyatu dengan epistemologia.
Sumber:
Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika
Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar