Kamis, 22 Desember 2016

Metafisika Khusus

Metafisiska ini membicarakan hakikat segala sesuatu yang ada. Langeveld mengemukakan, bahwa yang terliput disini adalah:
a.      Kosmologia, ialah bagian metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat lam semesta (dan segala isinya, kecuali manusia).
b.      Anthropologia, ialah bagian metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat manusia, dan
c.  Theologia, atau lebih tepat theodecea, karena istilah teologi telah lebih populer digunakan sebagai wacana berupa ajaran agama. Theodeceae adalah bagian metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat Tuhan. Yang dibicarakan dalam hal ini menyangkut selain hakikat adanya, juga sifat-sifat-Nya, seperti kebaikan, kesucian, kebenaran, keadilan, dan sifat-sifat baik Tuhan lainnya. (Malaikat dibicarakan pula dalam rangka pembicaraan tentang Tuhan ini).
Tampak bahwa segala sesuatu yang ada itu, secara khusus dibagi dalam tiga substansi, ialah kosmos, manusia, dan Tuhan. Ada yang  memasukan gagasan atau idea ke dalam metafisika khusus ini, karena meskipun tidak konkret, gagasan atau idea ini berpengaruh dan menyita banyak waktu serta perhatian banyak pemikir ataupun kaum awam.
Ada pula saat dimana epistemologi dianggap bagian dari metafisika karena epistemologi mempersoalkan kepastian atau kebenaran pengetahuan metafisis. Bisa juga, epistemologi ini menyatu dengan gagasan atau idea, atau sebaliknya, gagasan menyatu dengan epistemologia.

Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar