Kemajuan-kemajuan
ilmu jiwa dan ilmu kedokteran dewasa ini menunjukkan bahwa jiwa berpengaruh terhadap
raga. Proses-proses kejiwaan mempengaruhi proses-proses yang semata-mata
bersifat ragawi. Begitulah, emosi berpengaruh terhadap pencernaan makanan, dan
amarah menimbulkan kegiatan-kegiatan kelenjar. Suara musik dapat menggerakkan
emosi; sementara itu kurang makan yang berkepanjangan serta kemarahan yang
berlebih dapat menyebabkan mundurnya hasrat seksual. Juga telah diketahui bahwa
derajat kesembuhan dalam sejumlah penyakit tertentu dapat dipengaruhi oleh
sikap kejiwaan dari mereka yang sakit. Bahkan ada bukti-bukti yang menunjukkan
bahwa derajat pertumbuhan ragawi seorang anak tergantung pada suasana emosional
di mana ia hidup.
Selain itu,
penyelidikan-penyelidikan juga banyak dilakukan dalam usaha menarik suatu
hubungan antara kualitas-kualitas fisik dengan sifat-sifat kejiwaan yang
dipunyai oleh seseorang. Kita mengetahui pula bahwa ada hubungan yang sangat
erat antara gangguan-gangguan pada kelenjar dengan pertumbuhan seseorang.
Penyelidikan-penyelidikan mengenai hubungan antara jiwa dengan raga dalam
istilah para ilmuwan modern disebut psikosomatika.
Sumber
: *Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Tiara Wacana Yogya:Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar