Senin, 26 Desember 2016

Skeptisisme

Pendapat dogmatisme ditolak skeptisisme, karena keyakinan dogmatisme dianggap tidak didasari oleh penelaahan yang dilakukan secara tertib, mengenai dasar diperolehnya kebenaran.
Sebaliknya, skeptisisme berpendapat bahwa orang tidak mungkin mencapai pengetahuan yang benar karena mengetahui kebenaran pengetahuam pada hakikatnya terbatas pada penggunaan akal yang akan berubah secara terus-menerus dari generasi ke generasi. Apa yang dicapai ilmu pengetahuan pada saat ini akan berbeda jika dibandingkan dengan pencapaian masa lalu, begitu pula pada masa datang. Oleh karena itu, skeptisisme disebut juga relativisme.
Salah satu aliran yang menggunakan cara berpikir demikian dan sangat terkenal adalah pragmatisme. Pragmatisme menekankan pada hal-hal yang berguna untuk diperbincangkan, termasuk pula di dalamnya aliran skeptisisme. Mereka berpendapat bahwa orang tidak mungkin mengetahui apakah pengetahuan itu benar atau tidak. Namun, hal itu bukan masalah, karena kebenaran pengetahuan itu tidak penting. Hal terpenting adalah apakah kita dapat berbuat atas dasar pendapat atau pengetahuan kita? Apakah perbuatan yang berdasarkan pengetahuan itu bermanfaat atau tidak. Dengan perkataan lain, apakah pendapat kita itu berguna atau tidak? Dengan demikian, pragmatisme berpendapat bahwa sesuatu yang berguna itulah yang benar.


Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar