Filsafat modern diawali dengan munculnya Renaisans sekitar abad XV dan
XVI M, yang bermaksud lepas dari dogma, akhirnya muncul semangat perubahan
dalam kerangka berpikir. Problem utama masa Renaisans, sebagaimana periode
skolastik, yaitu sintesis agama dan filsafat dengan arah yang berbeda. Era
Renaisans ditandai dengan tercurahnya perhatian pada berbagai bidang
kemanusiaan, baik sebagai maupun sosial.
Di antara filsuf, masa Renaisans ialah Francis Bacon (1561-1626). Ia
berpendapat bahwa filsafat harus dipisahkan dari teologi. Meskipun ia meyakini
bahwa penalaran dapat menunjukkan Tuhan, tetapi ia menganggap bahwa segala
sesuatu yang bericirikan lain dalam teologi hanya dapat diketahui dengan wahyu,
sedangkan wahyu sepenuhnya bergantung pada penalaran. Hal ini menunjukkan bahwa
Bacon termasuk orang yang membenarkan konsep kebenaran ganda (double truth), yaitu kebenaran akal dan
wahyu.
Puncak masa Renaisans muncul pada era Rene Descartes (1596-1650), yang
dianggap sebagai Bapak Filsafat Modern dan pelopor aliran rasionalisme.
Argumentasi yang dimajukan bertujuan untuk melepaskan dari kungkungan gereja.
Salah satu semboyannya yang terkenal yaitu “cogito
ergo sum”, saya berpikir maka saya ada. Pertanyaan ini sangat terkenal
dalam perkembangan pemikiran modern, karena dianggap mengangkat kembali derajat
rasio dan pemikiran sebagai dedikasi eksistensi manusia sebagai individu.
Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar