Senin, 26 Desember 2016

Filsafat Modern

Filsafat modern diawali dengan munculnya Renaisans sekitar abad XV dan XVI M, yang bermaksud lepas dari dogma, akhirnya muncul semangat perubahan dalam kerangka berpikir. Problem utama masa Renaisans, sebagaimana periode skolastik, yaitu sintesis agama dan filsafat dengan arah yang berbeda. Era Renaisans ditandai dengan tercurahnya perhatian pada berbagai bidang kemanusiaan, baik sebagai maupun sosial.
Di antara filsuf, masa Renaisans ialah Francis Bacon (1561-1626). Ia berpendapat bahwa filsafat harus dipisahkan dari teologi. Meskipun ia meyakini bahwa penalaran dapat menunjukkan Tuhan, tetapi ia menganggap bahwa segala sesuatu yang bericirikan lain dalam teologi hanya dapat diketahui dengan wahyu, sedangkan wahyu sepenuhnya bergantung pada penalaran. Hal ini menunjukkan bahwa Bacon termasuk orang yang membenarkan konsep kebenaran ganda (double truth), yaitu kebenaran akal dan wahyu.
Puncak masa Renaisans muncul pada era Rene Descartes (1596-1650), yang dianggap sebagai Bapak Filsafat Modern dan pelopor aliran rasionalisme. Argumentasi yang dimajukan bertujuan untuk melepaskan dari kungkungan gereja. Salah satu semboyannya yang terkenal yaitu “cogito ergo sum”, saya berpikir maka saya ada. Pertanyaan ini sangat terkenal dalam perkembangan pemikiran modern, karena dianggap mengangkat kembali derajat rasio dan pemikiran sebagai dedikasi eksistensi manusia sebagai individu.


Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar