Filsafat Timur tengah dilihat dari sejarahnya dapat dikatakan sebagai
ahli waris tradisi Filsafat Barat. Ini dikarenakan para filsuf Timur Tengah
yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga
beberapa orang Yahudi, yang menaklukan daerah di sekitar laut tengah dan
menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafah mereka. Mereka
menerjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Bahkan
ketika Eropa setelah runtuhnya kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan
melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf timur tengah ini mempelajari
karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang Eropa.
Nama beberapa filsuf Timur Tengah antara lain Avicenna (Ibnu Sina), Ibnu
Tufail, Kahlil Gibran (aliran romantisme), dan Averroes.
Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia
Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar