Senin, 26 Desember 2016

Filsafat Timur Tengah

Filsafat Timur tengah dilihat dari sejarahnya dapat dikatakan sebagai ahli waris tradisi Filsafat Barat. Ini dikarenakan para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga beberapa orang Yahudi, yang menaklukan daerah di sekitar laut tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafah mereka. Mereka menerjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Bahkan ketika Eropa setelah runtuhnya kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf timur tengah ini mempelajari karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang Eropa. Nama beberapa filsuf Timur Tengah antara lain Avicenna (Ibnu Sina), Ibnu Tufail, Kahlil Gibran (aliran romantisme), dan Averroes.


Sumber: Latif, Mukhtar. 2014. Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar