Kamis, 22 Desember 2016

Mempelajari Filsafat

Secara umum, Langeveld (1959), mengatakan bahwa jika menginginkan belajar berfilsafat, mulailah berfilsafat, ialah memikirkan segala hal secara mendalam. Maksud berpikir mendalam disini adalah berpikir yang tidak terbatas pada asumsi-asumsi ilmu pengetahuan yang mendasarinya, tetapi sampai pada konsekuensi-konsekuensinya yang terakhir. Seperti yang telah diutarakan, Immanuel Kant mengatakan bahwa yang datang kepadanya bukanlah untuk belajar filsafat, melainkan belajar berfilsafat. Sedangkan menurut Beerling dalam bukunya “Filsafat Dewasa Ini” (1959), menyatakan bahwa tidak semua manusia berfilsafat meskipun mereka berpikir. Namun siapapun dapat berfilsafat berminat dan memiliki kecerdasan yang cukup.
Jadi untuk dapat berfilsafat atau mempelajari filsafat pada dasarnya dituntut minat dan kecerdasan yang cukup; tidak berbeda dengan mempelajari masalah atau subject matter yang lain. Bidang kajian filsafat itu, yaitu yang disebut onjek material filsafat, ialah segala sesuatu. Tapi dengan cara mempelajari yang tertentu, yang disebut dengan objek formal, atau yang disebut refleksi, kontemplasi, atau perenungan untuk sampai pada hakikatnya. Jadi objek material filsafat adalah cara berpikir refleksi.
Terdapat hal penting dalam hal ini, ialah mengenai metode apa yang digunakan dalm filsafat, yang bisa jadi berbeda secara signifikan atau prinsipil dibanding dengan metode belajar ilmu lain. Yang merupakan inti dari metode berfilsafat, adalah refleksi. Berfilsafat adalah berefleksi, merenung, dan berkontemplasi, ialah tidak memikirkan mengenai apa yang secara konkret ada di hadapan kita secara langsung, tetapi apa yang ada di belakang atau mendasari kita.

Sumber: Wirahmihardja, Sutardjo A. 2009. Pengantar Filsafat. Bandung: PT Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar